POHUWATO, (KK) – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di lokasi Dam, Kabupaten Pohuwato, disebut-sebut dikuasai seorang pengusaha berinisial Daeng Bodi.
Dari informasi yang dihimpun, Daeng Bodi menguasai titik bor di kawasan CA DAM tersebut. Tidak tanggung-tanggung, ia disebut mengoperasikan 6 unit alat berat excavator untuk menggali material tambang.
“Pegang 6 alat. Semua kerja di titik bor Dam. Hasilnya banyak, makanya berani terus,” ungkap salah satu kabilasa yang enggan disebut nama, Keberadaan 6 excavator itu membuat aktivitas PETI di Dam berlangsung masif
Pantauan media di lapangan, lahan terbuka semakin luas, lubang galian menganga, itu membuat daeng bodi tidak takut dengan siapapun sebab hasilnya besar.
Hasil begitu besar sehinganya dia semakin tidak takut dengan ilegal,tidak tanggung tanggung bahwa Dam dikuasainya.
Sesuai UU No. 3 Tahun 2020 tentang Minerba, setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar.
Jika lokasi PETI masuk kawasan hutan atau cagar alam, pelaku juga dijerat UU No. 18 Tahun 2013 tentang P3H dengan ancaman penjara hingga 15 tahun dan denda Rp10 miliar.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari Daeng Bodi terkait kepemilikan 6 excavator dan penguasaan titik bor di PETI Dam. Upaya konfirmasi masih dilakukan.
Kami PW. Investigasi, mendesak Polres Pohuwato, Polda Gorontalo, dan Gakkum KLHK segera menertibkan aktivitas PETI di Dam. “Kalau dibiarkan, hutan habis, sungai rusak. APH harus tegas,”
Tim: Butota



















