POHUWATO, Reaksi A1– Satgas Persatuan Wartawan (PW) Investigasi menyatakan akan mengirimkan surat resmi kepada Komando Daerah Militer (Kodam) terkait dugaan keterlibatan oknum TNI dalam aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Potabo, Kabupaten Pohuwato. Langkah ini diambil setelah muncul informasi bahwa dua nama, yakni Une dan Darwis, diduga menjalankan kegiatan pertambangan ilegal sekaligus mendapat pengamanan dari oknum tersebut.
Dalam pernyataannya, pihak Satgas menyampaikan kekhawatiran sekaligus keheranan atas dugaan keterlibatan tersebut:
“Saya heran mengapa oknum itu justru terlibat langsung dalam praktik ilegal. Padahal merekalah yang seharusnya menegur dan mencegahnya. Kerusakan hutan di sana semakin parah.”
Ditekankan pula bahwa kawasan Potabo masuk dalam wilayah Cagar Alam (CA) dan berisi banyak jenis hayati yang dilindungi, sehingga segala bentuk aktivitas pertambangan di kawasan tersebut sangat dilarang dan merugikan lingkungan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Une dan Darwis diduga menjalankan kegiatan pertambangan di kawasan tersebut dan mendapat pengamanan khusus. Sumber di lapangan menyebut pengamanan itu diduga melibatkan oknum anggota TNI.
Satgas PW Investigasi menegaskan informasi ini masih berupa dugaan dan memerlukan verifikasi mendalam. Pihaknya menyatakan akan mengonfirmasi langsung kepada pihak terkait, termasuk institusi TNI, guna mendapatkan penjelasan dan hak jawab.
“Kami akan menyampaikan hal ini kepada pihak Danrem maupun Pangdam, dan mengirimkan surat untuk menelusuri apakah dugaan aliran dana atau ‘setoran’ dari PETI Potabo itu benar terjadi atau tidak,” tegas pihak Satgas.
Identitas oknum yang disebut-sebut belum dapat dipastikan secara resmi maupun mandiri. Satgas berjanji akan menyampaikan perkembangan selanjutnya setelah proses konfirmasi dan pendalaman informasi selesai dilakukan.
Satgas PW Investigasi




















